Aksi Jambret Viral di Kelapa Gading Berakhir Kena Tembak di Kaki

Crime


News24xx.com -  Aksi jambret di Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang viral di media sosial berhasil diungkap polisi. Ada tiga pelaku yang ditangkap dan dua di antaranya dilumpuhkan kakinya sebab melawan saat akan ditangkap polisi.

Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat dua orang pelaku berboncengan motor. Mereka masuk di jalur TransJakarta.

Salah satu pelaku turun dari motor lalu menghampiri mobil yang sedang berhenti karena macet. Pelaku tiba-tiba merampas ponsel korban pengemudi mobil.

Pelaku kemudian berlari menuju motornya. Seketika itu mereka melarikan diri lewat busway.

Setelah aksi jambret itu viral, polisi kemudian melakukan penyelidikan. Polisi akhirnya menangkap tiga pelaku jambret tersebut.

Ketiga pelaku tersebut memakai baju tahanan warna oranye. Mereka dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (4/3/2024).

Dua pelaku duduk di kursi roda. Kedua kakinya terlihat pincang dan diperban usai dilumpuhkan dengan timah panas polisi.

"Dua pelaku kita lumpuhkan karena melawan saat akan ditangkap," kata Kapolsek Kelapa Gading Kompol Maulana Mukarom kepada wartawan.

Pelaku Sudah Beraksi 15 Kali
Polisi mengungkap ketiga jambret tersebut diduga sudah 15 kali beraksi. Mereka menjambret para korban di lokasi yang sama.

"Mereka sudah sering kali melakukan dengan modus yang sama di lokasi yang sama kurang lebih 15 kali melakukan," ucap Kompol Maulana.

Ketiga jambret itu diduga melakukan aksinya di Jalan Perintis Kemerdekaan. Penangkapan bermula saat polisi menerima laporan dari masyarakat melalui media sosial hingga nomor aduan.

"Kami menerima laporan aduan melalui medsos, yang DM ke Instagram Polsek Kelapa Gading baik itu juga ada yang melaporkan dari melalui nomor pengaduan masyarakat. Laporan tindak lanjut dari respons medsos ini adalah salah satu program dari bapak Kapolres Metro Jakarta Utara," ujarnya.

"Informasinya bahwa di sekitaran Jalan Perintis Kemerdekaan marak terjadi jambret dengan modus apabila pada jam-jam macet ya ada para pelaku ini melaksanakan atau melakukan kegiatannya, melakukan pencurian dengan kekerasan ya alhamdulillah kemarin Jumat berhasil kita amankan dua orang pelaku berinisial AR dan MS," tambahnya.

Sementara itu, salah satu pelaku, H (29), mengonfirmasi bahwa hasil kejahatannya itu ia pakai untuk membeli narkoba jenis sabu-sabu.

"Iya, Pak," ucapnya saat ditanyai Kapolsek Kelapa Gading Kompol Maulana Mukarom apakah uang hasil kejahatannya dipakai untuk membeli narkoba jenis sabu-sabu.

Pada saat melakukan aksinya, dia dan teman-temannya dipengaruhi obat terlarang tersebut. Hal ini kemudian dipertegas oleh Kompol Maulana.

"Jadi rekan-rekan, pelaku ini melakukan kegiatannya sebelum melakukan kegiatan jambret mereka menggunakan narkoba jenis sabu. Setelah menggunakan narkoba jenis sabu baru melaksanakan kegiatan jambret," ujar Kompol Maulana.

H juga membeberkan modus operasinya. Ia menyebutkan setiap kaca mobil yang terbuka pada saat lampu merah, itulah target yang diincar dirinya.

"Kalau lampu merah kan pada berhenti, nah itu setiap mobil ada yang kacanya kebuka saya turun. Saya rampas handphone nya terus saya balik lagi lari ke joki," ujar H.

Pelaku Pernah 2 Kali Dipenjara
Selain itu, Kompol Maulana mengungkap dua dari tiga pelaku jambret yang ditangkap merupakan residivis.

"Jadi pelaku ini adalah residivis dengan tindak pidana yang sama (Pasal) 365 pencurian dengan kekerasan," ucap Kompol Maulana.

Hal ini juga dibenarkan oleh para tersangka yang dihadirkan pada saat press conference berlangsung. Tersangka MS mengaku sudah pernah masuk penjara sebanyak dua kali dengan kasus yang sama.

"Iya dua kali, Pak," ucapnya saat ditanyai Maulana apakah dia seorang residivis atau bukan. ***