Pengemudi Mazda CX5 yang Nekat Lari usai Tabrak Tujuh Orang di Tambora Jakbar, Akhirnya Ditabrak KA di Mangga Dua Jakut
Pengemudi Mazda CX5 yang Nekat Lari usai Tabrak Tujuh Orang di Tambora Jakbar, Akhirnya Ditabrak KA di Mangga Dua Jakut - Image Caption
News24xx.com - Sebuah mobil Mazda CX 5 ringsek akibat ditabrak kereta api (KA) di perlintasan rel kereta Mangga Dua Square, Pademangan, Jakarta Utara (Jakut), Jumat (2/1/2026) dinihari.
Pengemudi mobil tersebut berinisial JC diduga dalam keadaan mabuk saat berkendaraan.
Sebelumnya JC terlibat tabrak lari tiga unit sepeda motor dan pejalan kaki di wilayah Tanah Sereal Tambora, Jakarta Barat (Jakbar). Pengemudi mobil tersebut berusaha kabur sehingga dikejar para pengguna jalan lainnya.
Panik karena takut ketangkap warga, JC nekat melawan arus dan akhirnya terserempet kereta api di pelintasan tersebut. Kendaraannya rusak parah, namun penumpang selamat dari maut.
Salah seorang warga Pademangan kepada polisi mengatakan, sopir mobil tersebut mabuk saat mengemudi. Ada tujuh orang yang ditabrak kini kritis di rumah sakit dan satu orang meninggal dunia.
Usai menabrak para korban, JC tancap gas ke Jalan Gunung Sahari dan menerobus pintu pelintasan kereta api dan baru berhenti setelah ditabrak kereta api. Bahkan pengemudi dan kawannya berusaha melarikan diri ke arah daerah Pisang Batu. Namun dua orang berhasil ditangkap warga dan satu kabur.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani mengatakan, kejadian ini berawal dari mobil Mazda yang dikendarai JC menabrak tujuh orang di Tambor, Jakarta Barat.
Bukannya menolong para korban, JC dan kawannya malah kabur hingga melawan arus. Mobil maut itu baru berhenti setelah terserempet kereta api di wialayah Mangga Dua, Jakarta Utara.
AKBP Ojo Ruslani membenarkan akibat tabrak lari di Tambora satu orang meninggal dunia dan lainnya luka parah. “Pengemudi lari ketakutan ke wilayah Jakut, melawan arus di sekitar Gunung Sahari, lintas rel KA dan tersenggol KA,” ujar AKBP Ojo.
Hingga kini pihaknya lanjut Ojo Ruslani masih melakukan proses penyelidikan. Termasuk melakukan pengecekan urine kepada pengemudi mobil karena saat kejadian diduga dalam keadaan mabuk. ***